POCUS untuk IGD: Kapan Point of Care Ultrasound Digunakan?

POCUS untuk IGD: Kapan Point of Care Ultrasound Digunakan?

Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisi pasien dapat berubah dalam hitungan menit. Dokter sering kali perlu mendapatkan informasi klinis dengan cepat untuk menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan berikutnya.

Salah satu teknologi yang dapat membantu proses tersebut adalah Point of Care Ultrasound atau POCUS.

Berbeda dengan pemeriksaan ultrasonografi komprehensif yang biasanya dilakukan melalui departemen imaging, POCUS dilakukan langsung oleh klinisi di lokasi pasien untuk menjawab pertanyaan klinis yang spesifik.

Lalu, kapan POCUS untuk IGD digunakan?

POCUS dapat digunakan pada berbagai situasi akut, antara lain ketika pasien mengalami syok atau hipotensi, sesak napas akut, trauma, kondisi yang membutuhkan evaluasi jantung terfokus, hingga saat dokter membutuhkan panduan visual untuk prosedur tertentu.

American College of Emergency Physicians (ACEP) memasukkan clinical ultrasound sebagai bagian dari praktik emergency care untuk diagnosis kondisi akut, resusitasi pasien kritis, panduan prosedur, serta pemantauan kondisi tertentu.

Kapan Point of Care Ultrasound Digunakan?

POCUS dapat digunakan pada pasien dengan syok, sesak napas akut, trauma, kondisi jantung tertentu, cardiac arrest, dan saat membutuhkan panduan prosedur. Berikut penjelasan lengkapnya.

Untuk penjelasan dasar mengenai konsep tersebut, rumah sakit dapat membaca artikel apa itu POCUS dan perannya di ruang IGD.

1. POCUS pada Pasien Syok atau Hipotensi

Salah satu situasi ketika POCUS banyak digunakan di IGD adalah pada pasien dengan syok atau hipotensi yang penyebabnya belum jelas.

Dalam kondisi seperti ini, dokter perlu mencari penyebab ketidakstabilan pasien secepat mungkin.

Pemeriksaan ultrasound terfokus dapat membantu dokter mengevaluasi beberapa area seperti:

  • jantung;
  • paru;
  • abdomen;
  • pembuluh darah tertentu;
  • hingga adanya cairan bebas.

Informasi tersebut kemudian dikombinasikan dengan pemeriksaan fisik, tanda vital, laboratorium, elektrokardiografi, maupun pemeriksaan diagnostik lainnya.

Literatur mengenai emergency POCUS juga menggambarkan penggunaannya sebagai bagian dari pendekatan sistematis terhadap pasien dengan shock dan dyspnea.

Karena itu, POCUS dapat menjadi bagian penting dari workflow evaluasi pasien dengan kondisi hemodinamik yang tidak stabil.

2. POCUS pada Pasien Sesak Napas Akut

Pasien datang ke IGD dengan keluhan sesak napas dapat memiliki banyak kemungkinan penyebab.

Beberapa di antaranya dapat berasal dari gangguan paru maupun jantung.

POCUS dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan ketika dokter membutuhkan informasi bedside mengenai kondisi tersebut.

Pada pemeriksaan paru, ultrasound dapat membantu mengevaluasi temuan yang berkaitan dengan beberapa kondisi seperti:

  • pneumothorax;
  • pleural effusion;
  • pulmonary edema;
  • maupun kondisi paru tertentu lainnya.

American College of Physicians menyatakan POCUS dapat digunakan sebagai tambahan terhadap jalur diagnostik standar ketika terdapat ketidakpastian diagnosis pada pasien dewasa dengan acute dyspnea di IGD atau rawat inap.

Artinya, POCUS berfungsi sebagai alat tambahan untuk membantu mempersempit kemungkinan penyebab, bukan satu-satunya pemeriksaan untuk menentukan diagnosis.

3. POCUS pada Pasien Trauma

Trauma merupakan salah satu penggunaan POCUS yang paling dikenal di emergency medicine.

Dokter dapat menggunakan pendekatan FAST atau Focused Assessment with Sonography in Trauma untuk mencari cairan bebas pada area tertentu.

Pemeriksaan dapat diperluas menjadi eFAST (extended FAST) dengan penilaian tambahan pada area thoraks.

Keunggulannya adalah pemeriksaan dilakukan langsung di bedside dan dapat diintegrasikan dengan proses evaluasi awal pasien trauma.

Pada pasien yang tidak stabil, kemampuan memperoleh informasi tambahan tanpa harus segera memindahkan pasien ke lokasi lain dapat membantu workflow tim emergency.

Namun, hasil FAST maupun eFAST tetap harus dinilai bersama kondisi klinis dan pemeriksaan diagnostik lanjutan sesuai indikasi.

4. POCUS untuk Evaluasi Jantung Terfokus

POCUS juga dapat digunakan untuk melakukan focused cardiac ultrasound.

Tujuannya bukan menggantikan pemeriksaan echocardiography komprehensif oleh tenaga yang kompeten, melainkan memperoleh informasi tertentu yang dibutuhkan dalam situasi akut.

Dokter dapat melakukan evaluasi terfokus terhadap beberapa hal seperti:

  • aktivitas jantung;
  • gambaran fungsi ventrikel secara kasar;
  • adanya cairan perikardial;
  • ukuran ruang jantung tertentu;
  • serta beberapa parameter yang relevan dengan kondisi pasien.

Pemeriksaan tersebut menjadi berguna ketika pasien datang dengan kondisi seperti syok, hipotensi, sesak berat, atau kondisi kritis lainnya.

5. POCUS saat Cardiac Arrest

Dalam situasi cardiac arrest, POCUS dapat digunakan oleh tim yang terlatih untuk membantu mengevaluasi beberapa kemungkinan penyebab yang dapat diperiksa melalui ultrasound.

Misalnya, dokter dapat mencari temuan yang berkaitan dengan:

  • aktivitas jantung;
  • pericardial effusion atau tamponade;
  • kondisi ventrikel tertentu;
  • serta kondisi thoraks tertentu.

Namun penggunaannya harus terintegrasi dengan protokol resusitasi.

Pemeriksaan ultrasound tidak boleh mengganggu atau memperpanjang interupsi tindakan resusitasi yang menjadi prioritas utama.

Karena itu, penggunaan POCUS dalam cardiac arrest memerlukan workflow dan kompetensi tim yang baik.

6. POCUS untuk Panduan Prosedur

POCUS di IGD tidak hanya digunakan untuk membantu diagnosis.

Ultrasound juga dapat digunakan sebagai panduan visual ketika melakukan prosedur tertentu.

Dengan ultrasound, dokter dapat melihat struktur anatomi secara real-time sehingga dapat membantu dalam prosedur seperti vascular access maupun tindakan lain yang memang memiliki indikasi penggunaan ultrasound guidance.

ACEP mencatat bahwa ultrasound guidance telah digunakan dalam berbagai prosedur bedside dan dapat meningkatkan keberhasilan serta mengurangi komplikasi yang tidak diinginkan pada prosedur tertentu.

Inilah salah satu alasan mengapa perangkat POCUS di IGD tidak hanya dibutuhkan ketika terdapat pasien trauma atau syok.

7. POCUS untuk Pemeriksaan Bedside

Salah satu keunggulan terbesar POCUS adalah kemampuannya dibawa menuju pasien.

Hal ini sangat relevan untuk pasien:

  • dalam kondisi kritis;
  • memiliki mobilitas terbatas;
  • sedang menjalani monitoring ketat;
  • berada di ruang resusitasi;
  • atau ketika perpindahan pasien tidak praktis.

Alih-alih selalu membawa pasien menuju ruang pemeriksaan, perangkat ultrasound dapat digunakan langsung di lokasi perawatan.

Karakteristik inilah yang membuat desain alat menjadi salah satu pertimbangan penting ketika rumah sakit melakukan pengadaan POCUS untuk IGD.

Apakah POCUS Menggantikan USG Radiologi?

Tidak. POCUS dan pemeriksaan ultrasound komprehensif memiliki tujuan yang berbeda. POCUS biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan klinis yang terfokus dan time sensitive di lokasi pasien.

Sementara pemeriksaan ultrasound komprehensif dapat digunakan untuk mengevaluasi anatomi dan kondisi tertentu secara lebih mendalam sesuai indikasi.

Contohnya: “Apakah ada cairan bebas yang dapat terlihat pada pemeriksaan terfokus pasien trauma?” Sedangkan pemeriksaan diagnostik komprehensif dapat memiliki cakupan evaluasi yang jauh lebih luas.

Karena itu, POCUS sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari keseluruhan workflow diagnostik, bukan sebagai pengganti semua modalitas imaging.

Mengapa POCUS Cocok untuk Lingkungan IGD?

Karakteristik IGD berbeda dengan poli reguler.

Pasien datang dengan keluhan dan tingkat kegawatan yang sangat beragam sehingga fasilitas membutuhkan perangkat yang dapat mengikuti workflow tersebut.

Beberapa karakteristik penting perangkat POCUS untuk IGD antara lain:

  • Perangkat mudah digunakan di ruang resusitasi, treatment room, maupun bedside.
  • Cepat siap digunakan untuk kondisi emergency
  • Mudah dibersihkan
  • Mendukung berbagai transducer
  • Konektivitas data

Pilihan Perangkat POCUS untuk IGD

First Medical menyediakan beberapa sistem Point of Care Ultrasound Mindray yang dapat dipertimbangkan untuk lingkungan emergency dan critical care.

Salah satunya adalah TE7 Ultrasound Mindray yang dirancang dengan workflow point-of-care dan mobilitas untuk lingkungan klinis dinamis seperti IGD.

Pilihan lainnya adalah TE Air Mindray. TE Air menggunakan desain wireless dan dapat digunakan dengan perangkat mobile maupun sistem ultrasound TE X yang kompatibel. First Medical menempatkannya sebagai perangkat POCUS untuk lingkungan seperti emergency, critical care, dan kebutuhan bedside.

Untuk kebutuhan yang mengutamakan perangkat genggam, Mindray TE Air e5M juga menawarkan desain handheld dengan berbagai preset pemeriksaan dan mode imaging.

Pemilihan perangkat tetap perlu disesuaikan dengan aplikasi klinis dan workflow masing-masing rumah sakit.

Konsultasi POCUS untuk Kebutuhan IGD Rumah Sakit

PT First Medical Indonesia menyediakan berbagai pilihan Point of Care Ultrasound Mindray untuk kebutuhan rumah sakit, termasuk lini TE Air, TE7, TE9 hingga TEX20.

Rumah sakit dapat menyesuaikan pilihan berdasarkan kebutuhan emergency, critical care, bedside examination, jenis transducer, mobilitas perangkat, hingga integrasi workflow.

Konsultasikan kebutuhan POCUS bersama tim First Medical sebelum menentukan konfigurasi perangkat agar solusi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan klinis dan operasional IGD.

WhatsApp: +628113219688

FAQ POCUS untuk IGD

1. Apakah POCUS hanya digunakan oleh dokter radiologi?

Tidak. POCUS dapat digunakan oleh dokter yang telah memiliki kompetensi dan pelatihan sesuai kebutuhan klinisnya.

2. Apakah POCUS cocok digunakan pada pasien trauma?

Ya. POCUS dapat digunakan dalam pemeriksaan FAST atau eFAST untuk membantu evaluasi pasien trauma secara terfokus.

3. Apakah POCUS bisa digunakan untuk pemeriksaan paru?

Ya. POCUS dapat membantu mengevaluasi beberapa kondisi paru seperti pleural effusion, pulmonary edema, dan pneumothorax.

4. Mengapa perangkat POCUS sebaiknya mudah dipindahkan?

Karena pasien IGD sering membutuhkan pemeriksaan langsung di bedside, ruang resusitasi, atau area emergency lainnya.

5. Apakah hasil POCUS harus didokumentasikan?

Ya. Dokumentasi penting untuk rekam medis, evaluasi klinis, quality assurance, dan kesinambungan pelayanan pasien.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *