POCUS untuk Pemeriksaan Jantung: Apa yang Bisa Dilihat Dokter?

POCUS untuk Pemeriksaan Jantung: Apa yang Bisa Dilihat Dokter?

Pemeriksaan jantung tidak selalu harus dimulai dengan membawa pasien ke ruang echocardiography. Dalam situasi tertentu, terutama di IGD, ICU, ruang operasi, atau ketika kondisi pasien tidak memungkinkan banyak perpindahan, dokter dapat menggunakan Point of Care Ultrasound (POCUS) langsung di bedside.

Lalu, apa yang bisa dilihat dokter melalui POCUS untuk pemeriksaan jantung?

Umumnya, focused cardiac ultrasound dapat membantu dokter melakukan penilaian awal terhadap aktivitas jantung, fungsi pompa jantung secara global, cairan di sekitar jantung, ukuran ventrikel kanan dan kiri, hingga kondisi volume intravaskular dalam konteks klinis tertentu.

American Society of Echocardiography (ASE) menjelaskan focused cardiac ultrasound sebagai pemeriksaan terarah menggunakan ultrasound untuk mengenali tanda tertentu dalam situasi klinis yang spesifik. Artinya, tujuan POCUS bukan melakukan pemeriksaan seluruh struktur jantung secara lengkap seperti echocardiography komprehensif.

Apa Itu POCUS Jantung dan Apa yang Bisa Dilihat?

POCUS jantung atau focused cardiac ultrasound (FoCUS) adalah penggunaan ultrasound oleh dokter yang terlatih untuk melakukan pemeriksaan jantung secara terfokus di lokasi pasien.

Berbeda dengan echocardiography komprehensif, POCUS biasanya digunakan untuk menjawab pertanyaan klinis tertentu.

Sebagai contoh, pada pasien dengan tekanan darah sangat rendah, dokter mungkin ingin mengetahui:

  • apakah jantung masih menunjukkan aktivitas mekanis?
  • apakah fungsi pompa jantung tampak sangat menurun?
  • apakah terdapat cairan di sekitar jantung?
  • apakah ventrikel kanan terlihat sangat membesar?
  • apakah ada temuan yang dapat membantu menjelaskan kondisi hemodinamik pasien?

Dengan pertanyaan yang lebih spesifik, pemeriksaan dapat dilakukan dengan cepat dan langsung di bedside.

1. Melihat Aktivitas Jantung

Salah satu informasi dasar yang dapat diperoleh melalui POCUS adalah apakah jantung masih menunjukkan aktivitas mekanis.

Hal ini menjadi relevan terutama pada pasien dengan kondisi kritis atau cardiac arrest.

Dokter dapat melihat pergerakan struktur jantung secara real-time melalui ultrasound.

Namun, POCUS dalam cardiac arrest harus digunakan tanpa mengganggu tindakan resusitasi. Pemeriksaan idealnya dilakukan oleh tenaga yang sudah terlatih dan diintegrasikan dalam jeda pemeriksaan yang memang diperlukan.

Kajian terbaru mengenai penggunaan POCUS pada cardiac arrest juga menunjukkan bahwa ultrasound dapat membantu mengevaluasi cardiac activity dan beberapa kemungkinan penyebab reversibel selama resusitasi.

2. Menilai Fungsi Pompa Jantung Secara Global

POCUS juga dapat membantu dokter melihat global cardiac systolic function, terutama fungsi ventrikel kiri.

Secara terfokus, dokter dapat menilai apakah kontraksi jantung tampak:

  • normal;
  • berkurang;
  • sangat berkurang;
  • atau justru terlihat sangat kuat atau hyperdynamic.

Penilaian tersebut dapat memberikan informasi tambahan ketika dokter menghadapi pasien dengan sesak napas, hipotensi, atau syok.

Namun, POCUS bukan berarti selalu menghasilkan pengukuran ejection fraction yang detail seperti pemeriksaan echocardiography lengkap.

Dalam POCUS, penilaiannya sering kali bersifat terfokus untuk menjawab apakah fungsi ventrikel tampak normal atau mengalami gangguan yang cukup signifikan.

3. Melihat Cairan di Sekitar Jantung

Jantung dibungkus oleh lapisan yang disebut perikardium. Pada kondisi tertentu, cairan dapat terkumpul di ruang perikardial. Kondisi tersebut dikenal sebagai pericardial effusion.

POCUS dapat membantu dokter mendeteksi adanya cairan tersebut secara cepat. Hal ini menjadi penting pada pasien dengan kondisi seperti:

  • hipotensi;
  • sesak napas;
  • nyeri dada tertentu;
  • trauma;
  • atau kondisi klinis yang menimbulkan kecurigaan terhadap masalah perikardial.

Namun, menemukan cairan saja tidak otomatis berarti pasien mengalami tamponade jantung. Dokter tetap harus menilai ukuran cairan, dampaknya terhadap struktur jantung, kondisi hemodinamik pasien, serta temuan klinis lainnya.

4. Membantu Mengevaluasi Cardiac Tamponade

Cairan perikardial dalam jumlah atau tekanan tertentu dapat mengganggu kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah.

Kondisi tersebut disebut cardiac tamponade dan dapat menjadi keadaan darurat. Melalui POCUS, dokter dapat melihat beberapa tanda ultrasound yang mendukung dugaan tamponade.

Namun diagnosis tidak ditentukan hanya dari satu gambar. Temuan ultrasound perlu dikombinasikan dengan:

  • tekanan darah;
  • tanda vital;
  • kondisi klinis;
  • pemeriksaan fisik;
  • serta parameter hemodinamik lainnya.

POCUS dalam konteks ini dapat membantu dokter memperoleh informasi lebih cepat ketika kondisi pasien memerlukan evaluasi segera.

5. Menilai Ukuran Ventrikel Kanan

POCUS juga dapat membantu melihat apakah right ventricle atau ventrikel kanan tampak mengalami pembesaran yang signifikan.

Temuan tersebut dapat menjadi bagian dari evaluasi beberapa kondisi akut. Misalnya, pada pasien tertentu dengan kecurigaan pulmonary embolism, ukuran dan fungsi ventrikel kanan dapat memberikan informasi tambahan.

Sebuah studi 2026 pada pasien pulmonary embolism di IGD menemukan POCUS memiliki sensitivitas 76,8% dan spesifisitas 85,9% dalam mengidentifikasi disfungsi ventrikel kanan dibandingkan echocardiography konsultatif. Akurasinya lebih baik untuk disfungsi yang sedang hingga berat.

Temuan tersebut sekaligus menunjukkan keterbatasannya. POCUS tidak boleh digunakan sendirian untuk memastikan atau menyingkirkan pulmonary embolism. Dokter tetap membutuhkan penilaian klinis dan pemeriksaan diagnostik lain sesuai indikasi.

6. Menilai Ventrikel Kiri dan Kanan Secara Bersamaan

Dalam beberapa situasi, dokter dapat membandingkan ukuran dan gerakan ventrikel kiri serta kanan.

Perbandingan tersebut dapat membantu mendapatkan gambaran awal mengenai kondisi hemodinamik pasien.

Misalnya:

  • Ventrikel kiri, bagaimana fungsi kontraksi globalnya?
  • Ventrikel kanan, apakah ukurannya tampak normal atau membesar?

Informasi tersebut menjadi lebih berguna ketika dikombinasikan dengan pemeriksaan paru, IVC, tekanan darah, riwayat pasien, dan tanda klinis lainnya.

Inilah mengapa POCUS sering tidak dilakukan hanya pada satu organ.

Pada pasien dengan syok atau sesak napas, dokter dapat menggunakan pendekatan multi organ POCUS dengan memeriksa jantung, paru, dan pembuluh darah tertentu secara terintegrasi.

7. Melihat Inferior Vena Cava atau IVC

Dalam pemeriksaan hemodinamik terfokus, dokter juga dapat mengevaluasi inferior vena cava (IVC). IVC merupakan pembuluh darah besar yang membawa darah kembali menuju jantung.

Melalui ultrasound, dokter dapat mengamati antara lain:

  • diameter IVC;
  • perubahan ukuran saat bernapas;
  • dan temuan lainnya dalam konteks kondisi pasien.

Namun, interpretasi IVC tidak boleh dilakukan secara sederhana seperti:

“IVC kecil berarti pasti kekurangan cairan.”

atau

“IVC besar berarti pasti kelebihan cairan.”

Banyak faktor dapat memengaruhi ukuran dan perubahan IVC, termasuk ventilasi mekanis, tekanan intrathorakal, fungsi jantung kanan, dan kondisi klinis lainnya.

Karena itu, IVC sebaiknya digunakan sebagai salah satu bagian dari evaluasi hemodinamik, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan.

8. Membantu Evaluasi Pasien dengan Sesak Napas

POCUS jantung juga sering dikombinasikan dengan lung ultrasound ketika pasien datang dengan sesak napas akut.

Dokter dapat melihat jantung sekaligus paru untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap.

Sebagai contoh, kombinasi temuan dapat membantu dokter membedakan kemungkinan penyebab sesak yang berasal dari:

  • jantung;
  • paru;
  • atau kondisi lain.

Meta analisis 2025 mengenai acute heart failure di IGD menemukan bahwa kombinasi ultrasound paru, jantung, dan IVC dapat memberikan informasi diagnostik yang lebih baik dibandingkan hanya melihat satu komponen secara terpisah.

Karena itu, konsep POCUS modern semakin banyak menggunakan pendekatan multiorgan sesuai masalah klinis pasien.

9. POCUS pada Pasien Syok

Syok merupakan kondisi ketika sirkulasi tidak mampu memenuhi kebutuhan jaringan tubuh secara memadai.

Penyebabnya dapat berbeda-beda. Di bedside, POCUS dapat membantu dokter mencari beberapa kemungkinan penyebab melalui evaluasi:

  • jantung;
  • perikardium;
  • ventrikel kanan;
  • ventrikel kiri;
  • IVC;
  • paru;
  • hingga abdomen sesuai protokol yang digunakan.

POCUS tidak memberikan seluruh jawabannya secara otomatis.

Namun, informasi visual yang diperoleh dapat membantu mempersempit kemungkinan penyebab dan menentukan pemeriksaan atau tindakan selanjutnya.

Untuk pembahasan mengenai penggunaan ultrasound pada kondisi emergency lainnya, First Medical juga memiliki informasi mengenai POCUS untuk kebutuhan IGD dan berbagai sistem Point of Care Ultrasound Mindray.

10. POCUS untuk Monitoring Perubahan Kondisi

Salah satu keunggulan ultrasound adalah pemeriksaan dapat dilakukan secara serial.

Artinya, dokter dapat mengulang pemeriksaan pada waktu berbeda untuk melihat perubahan tertentu setelah intervensi atau perubahan kondisi pasien.

Misalnya, dokter dapat membandingkan:

  • Sebelum terapi: bagaimana gambaran fungsi jantung dan kondisi hemodinamik?
  • Setelah terapi: apakah terdapat perubahan pada temuan yang sedang dipantau?

Keunggulan ini membuat POCUS relevan untuk lingkungan seperti ICU, IGD, dan critical care. Namun frekuensi dan parameter yang dievaluasi tetap harus mengikuti kondisi klinis dan kompetensi tenaga medis.

Di Mana POCUS Jantung Banyak Digunakan?

Karena fleksibel dan dapat digunakan langsung di bedside, POCUS jantung relevan untuk berbagai area rumah sakit.

  • IGD: Untuk membantu evaluasi pasien dengan syok, sesak napas, trauma, cardiac arrest, atau kondisi akut lainnya.
  • ICU: Untuk membantu monitoring dan evaluasi hemodinamik pasien kritis.
  • Ruang Operasi: Ultrasound dapat mendukung evaluasi perioperatif dan berbagai kebutuhan point-of-care lainnya.
  • Critical Care: POCUS memungkinkan informasi imaging diperoleh tanpa selalu memindahkan pasien kritis.
  • Ambulans atau Pelayanan Mobile: Perangkat handheld tertentu membuat ultrasound semakin memungkinkan digunakan di luar ruang pemeriksaan konvensional.

Perangkat POCUS untuk Pemeriksaan Jantung

Untuk kebutuhan POCUS rumah sakit, karakteristik perangkat perlu disesuaikan dengan workflow pengguna.

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • kualitas cardiac imaging;
  • transducer yang tersedia;
  • mode Doppler;
  • mobilitas;
  • kecepatan startup;
  • ukuran monitor;
  • daya tahan baterai;
  • kemudahan cleaning;
  • penyimpanan data;
  • integrasi sistem rumah sakit;
  • dan kemudahan pengoperasian.

First Medical menyediakan beberapa lini ultrasound Mindray untuk kebutuhan point-of-care dan critical care.

Salah satunya adalah Mindray TE9 yang dirancang untuk lingkungan seperti critical care, ICU, emergency, dan anestesi.

Pilihan lain adalah Mindray TE Air, perangkat ultrasound wireless yang menawarkan mobilitas lebih tinggi untuk pemeriksaan langsung di lokasi pasien. First Medical juga menyediakan lini seperti TE7 dan TEX20 untuk kebutuhan ultrasound yang berbeda.

Konsultasi Perangkat POCUS untuk Rumah Sakit

PT First Medical Indonesia menyediakan berbagai pilihan Point of Care Ultrasound Mindray untuk kebutuhan IGD, ICU, critical care, anestesi, dan pemeriksaan bedside.

Pilihan perangkat dapat disesuaikan dengan aplikasi klinis, jenis transducer, mobilitas, kebutuhan cardiac imaging, hingga workflow rumah sakit.

Konsultasikan kebutuhan POCUS dengan tim First Medical untuk menentukan konfigurasi perangkat yang sesuai dengan kebutuhan fasilitas kesehatan.

FAQ POCUS untuk Pemeriksaan Jantung

1. Apa yang bisa dilihat melalui POCUS jantung?

POCUS dapat membantu menilai aktivitas jantung, fungsi pompa secara global, cairan perikardial, ukuran ventrikel, dan kondisi hemodinamik tertentu.

2. Apakah POCUS jantung sama dengan echocardiography?

Tidak. POCUS bersifat terfokus untuk menjawab pertanyaan klinis tertentu, sedangkan echocardiography komprehensif menilai struktur dan fungsi jantung lebih lengkap.

3. Kapan POCUS jantung biasanya digunakan?

POCUS jantung sering digunakan pada pasien dengan syok, hipotensi, sesak napas, kondisi kritis, atau saat membutuhkan evaluasi bedside.

4. Apakah POCUS dapat mendeteksi cairan di sekitar jantung?

Ya. POCUS dapat membantu melihat adanya pericardial effusion atau cairan di sekitar jantung.

5. Apakah semua dokter dapat menggunakan POCUS jantung?

Penggunaan POCUS sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang telah mendapatkan training dan memiliki kompetensi sesuai aplikasi klinisnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *