Pengadaan mesin USG untuk rumah sakit tidak sebaiknya dimulai dengan pertanyaan “merek apa yang paling bagus?” atau “berapa harga unitnya?”. Pertanyaan pertama yang lebih penting justru adalah mesin USG tersebut akan digunakan untuk apa dan oleh departemen mana.
Kebutuhan radiologi tentu berbeda dengan obstetri dan ginekologi, kardiologi, IGD, ICU, maupun ruang operasi. Perbedaan kebutuhan tersebut dapat memengaruhi jenis mesin, konfigurasi transducer, fitur imaging, hingga kelas perangkat yang sebaiknya dipilih.
Karena nilai investasinya tidak kecil dan perangkat biasanya digunakan dalam jangka panjang, pengadaan mesin USG perlu mempertimbangkan aspek klinis, teknis, operasional, hingga layanan purna jual.
Berikut beberapa hal yang sebaiknya dievaluasi rumah sakit sebelum menentukan unit.
1. Tentukan Departemen yang Akan Menggunakan Mesin USG
Langkah pertama adalah menentukan siapa pengguna utama perangkat.
Jangan langsung menentukan tipe mesin tanpa mengetahui kebutuhan departemen.
Mesin USG dapat digunakan pada berbagai bidang seperti:
- radiologi;
- obstetri dan ginekologi;
- kardiologi;
- penyakit dalam;
- emergency;
- anestesi;
- ICU;
- vascular;
- hingga point of care.
Jika satu perangkat akan digunakan oleh beberapa departemen, rumah sakit mungkin membutuhkan sistem dengan kemampuan shared service yang lebih fleksibel.
Sebaliknya, apabila alat hanya digunakan untuk pemeriksaan tertentu, spesifikasinya dapat dibuat lebih fokus sehingga investasi menjadi lebih efisien.
2. Hitung Volume Pemeriksaan Pasien
Berapa banyak pemeriksaan USG yang dilakukan dalam satu hari?
Pertanyaan sederhana ini sangat berpengaruh terhadap pemilihan mesin.
Fasilitas dengan volume pemeriksaan tinggi membutuhkan perangkat yang mampu mendukung workflow pemeriksaan secara intensif. Ergonomi control panel, ukuran monitor, kecepatan pengoperasian, hingga kemudahan pergantian transducer menjadi lebih penting.
Sebaliknya, klinik atau departemen dengan jumlah pemeriksaan lebih rendah mungkin tidak membutuhkan konfigurasi tertinggi.
Karena itu, tim procurement dapat meminta data seperti:
Jumlah pemeriksaan per hari × hari operasional × estimasi perkembangan pasien.
Data tersebut akan memberikan gambaran apakah rumah sakit membutuhkan perangkat untuk pemeriksaan dasar, menengah, atau penggunaan intensif.
3. Tentukan Jenis Pemeriksaan yang Dilakukan
Mesin USG bukan perangkat dengan satu fungsi yang sama untuk semua kebutuhan.
Jenis pemeriksaan akan menentukan fitur dan transducer yang diperlukan.
Sebagai contoh:
| Kebutuhan | Pertimbangan |
|---|---|
| Abdomen | General imaging dan convex transducer |
| Kandungan | Fitur obstetri dan transducer yang sesuai |
| Vascular | Color Doppler dan linear transducer |
| Jantung | Fitur echocardiography dan cardiac transducer |
| Bedside | Mobilitas perangkat |
| ICU/IGD | Kecepatan penggunaan dan POCUS |
| Pemeriksaan umum | Konfigurasi sesuai kebutuhan rutin |
Karena itu, spesifikasi pengadaan sebaiknya disusun berdasarkan aplikasi klinis yang benar-benar digunakan.
Untuk fasilitas yang membutuhkan ultrasound dengan kemampuan shared service, misalnya, rumah sakit dapat mempelajari Consona N6 Mindray sebagai salah satu referensi sistem ultrasound yang tersedia melalui First Medical.
4. Tentukan Transducer Sejak Awal
Transducer merupakan salah satu bagian terpenting dalam sistem ultrasound.
Kesalahan yang cukup umum adalah terlalu fokus pada spesifikasi mesin tetapi kurang memperhatikan transducer yang masuk dalam paket pengadaan.
Padahal, transducer menentukan jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan.
Beberapa jenis transducer yang umum digunakan antara lain:
- convex;
- linear;
- phased array;
- transvaginal;
- dan transducer khusus sesuai kebutuhan pemeriksaan.
Rumah sakit sebaiknya membuat daftar kebutuhan transducer sejak awal.
Tanyakan kepada dokter atau pengguna: “Jenis pemeriksaan apa yang akan dilakukan dan probe apa yang paling sering digunakan?”
Dengan begitu, rumah sakit tidak membeli terlalu banyak aksesori yang jarang digunakan maupun kekurangan transducer setelah unit mulai beroperasi.
5. Portable atau Cart Based?
Mobilitas juga perlu masuk dalam pertimbangan pengadaan.
Jika perangkat akan ditempatkan secara permanen di ruang radiologi atau poli tertentu, sistem cart-based bisa menjadi pilihan yang sesuai.
Namun jika USG sering digunakan untuk:
- bedside examination;
- ICU;
- IGD;
- ruang operasi;
- ruang rawat inap;
- atau berpindah antarunit,
maka portable ultrasound dapat memberikan fleksibilitas lebih baik.
First Medical memiliki berbagai sistem ultrasound Mindray, termasuk perangkat portable dan Point of Care Ultrasound yang dapat disesuaikan dengan lingkungan pelayanan rumah sakit.
Jadi, jangan menentukan portable atau cart based hanya berdasarkan perbedaan harga. Pertimbangkan bagaimana alat tersebut benar-benar akan digunakan setiap hari.
Baca selengkapnya di sini: USG Portable atau Cart Based untuk Rumah Sakit?
6. Jangan Terjebak Mengejar Spesifikasi Tertinggi
Semakin banyak fitur belum tentu semakin tepat.
Rumah sakit tidak harus selalu membeli mesin ultrasound dengan spesifikasi paling tinggi apabila sebagian besar fitur tersebut tidak akan digunakan.
Misalnya, fasilitas yang membutuhkan pemeriksaan ultrasound dasar dapat mengevaluasi sistem yang lebih sederhana.
Salah satu produk yang dapat dipelajari adalah Mindray DP-10, yang diposisikan untuk kebutuhan ultrasound dasar dengan desain yang relatif ringkas.
Sementara rumah sakit yang menjalankan jenis pemeriksaan lebih beragam dapat mempertimbangkan perangkat dengan kemampuan imaging dan fitur klinis lebih luas.
Prinsipnya adalah beli berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar spesifikasi tertinggi.
7. Evaluasi Kualitas Gambar Secara Langsung
Specification sheet memang penting, tetapi keputusan pengadaan mesin USG sebaiknya tidak hanya dibuat berdasarkan brosur.
Jika memungkinkan, lakukan demo unit.
Dokter sebagai pengguna dapat mengevaluasi beberapa hal seperti:
- detail gambar;
- penetrasi;
- resolusi;
- sensitivitas Doppler;
- workflow;
- kemudahan pengaturan parameter;
- kualitas monitor;
- ergonomi;
- hingga respons control panel.
Demo penting karena pengalaman penggunaan tidak selalu dapat digambarkan hanya melalui angka spesifikasi.
Pada tahap ini, procurement dapat melibatkan dokter pengguna dan bagian teknis agar evaluasi lebih objektif.
8. Periksa Konektivitas dengan Sistem Rumah Sakit
Rumah sakit modern semakin bergantung pada sistem digital untuk mengelola data pasien dan hasil pemeriksaan.
Karena itu, kemampuan integrasi mesin USG juga perlu diperiksa.
Beberapa rumah sakit mungkin membutuhkan dukungan:
- DICOM;
- PACS;
- HIS;
- penyimpanan jaringan;
- transfer data;
- atau integrasi workflow lainnya.
Sebagai contoh, sistem TE7 Ultrasound Mindray yang tersedia melalui First Medical mendukung DICOM dan integrasi dengan sistem HIS/PACS rumah sakit.
Kebutuhan konektivitas sebaiknya dibicarakan sejak awal dengan tim IT rumah sakit agar tidak baru menjadi masalah setelah unit dipasang.
9. Libatkan Dokter Sebelum Procurement Memutuskan
Mesin yang akan digunakan dokter sebaiknya tidak dipilih hanya oleh bagian purchasing.
Procurement memang bertanggung jawab terhadap proses pembelian, tetapi pengguna klinis perlu dilibatkan ketika mengevaluasi fitur dan workflow.
Idealnya pengadaan melibatkan:
- Procurement: mengevaluasi harga, kontrak dan vendor.
- Dokter/User: mengevaluasi kemampuan klinis.
- Teknisi/Biomedis: mengevaluasi aspek teknis dan maintenance.
- IT: mengevaluasi konektivitas jika diperlukan.
- Manajemen: mengevaluasi investasi dan pengembangan layanan.
Dengan pendekatan lintas departemen, keputusan menjadi lebih objektif.
10. Hitung Total Cost of Ownership
Harga mesin USG hanyalah biaya awal.
Sebelum melakukan pengadaan, rumah sakit sebaiknya menghitung Total Cost of Ownership (TCO).
TCO dapat mencakup:
| Biaya | Yang Perlu Dicek |
| Harga unit | Investasi awal |
| Transducer | Jumlah dan jenis probe |
| Aksesori | Trolley, printer, baterai, dan lainnya |
| Instalasi | Termasuk atau terpisah |
| Training | Ketersediaan pelatihan |
| Maintenance | Jadwal dan biaya |
| Spare part | Ketersediaan komponen |
| Garansi | Durasi dan cakupan |
| Upgrade | Kemungkinan penambahan fitur |
| Downtime | Risiko kehilangan waktu operasional |
Mesin dengan harga awal lebih rendah belum tentu menghasilkan TCO yang lebih rendah.
Jika dukungan teknis sulit diperoleh atau downtime tinggi, biaya operasional jangka panjang justru dapat meningkat.
11. Pastikan Garansi dan Layanan Purna Jual Jelas
Pengadaan tidak selesai ketika mesin USG diterima rumah sakit.
Perangkat tersebut kemungkinan digunakan selama bertahun-tahun sehingga dukungan distributor menjadi sangat penting.
Sebelum membeli, tanyakan:
- berapa lama masa garansi;
- apa saja cakupan garansi;
- bagaimana prosedur service;
- apakah tersedia tenaga teknis;
- bagaimana ketersediaan spare part;
- bagaimana respons ketika alat mengalami kendala;
- dan apakah tersedia maintenance setelah garansi berakhir.
First Medical sebagai distributor resmi alat kesehatan menyediakan produk Mindray serta dukungan berupa konsultasi produk, instalasi, pelatihan penggunaan, dan layanan purna jual.
Bagi rumah sakit, dukungan tersebut penting untuk membantu menjaga kontinuitas penggunaan perangkat.
12. Pastikan Ada Training Setelah Instalasi
Mesin ultrasound modern dapat memiliki cukup banyak fungsi dan pengaturan.
Jika tenaga medis hanya memahami fitur dasarnya, sebagian kemampuan perangkat mungkin tidak digunakan secara optimal.
Karena itu, pastikan training termasuk dalam pembahasan pengadaan.
Training dapat mencakup:
- pengoperasian alat;
- pengenalan control panel;
- pemilihan preset;
- penggunaan fitur utama;
- penggunaan transducer;
- penyimpanan data;
- perawatan dasar;
- dan troubleshooting sederhana.
Jika beberapa departemen menggunakan alat yang sama, rumah sakit juga dapat menentukan siapa saja yang perlu mengikuti training.
13. Pertimbangkan Rencana Pengembangan Layanan
Mesin USG biasanya tidak dibeli hanya untuk satu atau dua tahun.
Karena itu, lihat rencana rumah sakit ke depan.
Misalnya, saat ini fasilitas hanya menyediakan pemeriksaan general imaging. Dalam beberapa tahun berikutnya mungkin akan membuka layanan vascular, cardiovascular, atau menambah dokter spesialis.
Dalam kondisi tersebut, rumah sakit perlu mengevaluasi apakah perangkat:
- dapat ditambah transducer;
- mendukung aplikasi tambahan;
- memungkinkan upgrade;
- dan memiliki kemampuan yang masih relevan ketika layanan berkembang.
Tidak harus membeli perangkat yang jauh di atas kebutuhan saat ini, tetapi hindari pula memilih sistem yang terlalu terbatas sehingga cepat harus diganti.
Checklist Sebelum Pengadaan Mesin USG
Sebelum menentukan unit dan menerbitkan PO, tim rumah sakit dapat menggunakan checklist berikut:
| Checklist | Status |
| Departemen pengguna sudah ditentukan | ✓ |
| Volume pemeriksaan sudah dihitung | ✓ |
| Jenis pemeriksaan sudah dipetakan | ✓ |
| Kebutuhan transducer sudah ditentukan | ✓ |
| Portable/cart-based sudah dievaluasi | ✓ |
| Fitur klinis sudah sesuai | ✓ |
| Dokter sudah mengevaluasi unit | ✓ |
| Konektivitas sistem sudah dicek | ✓ |
| Harga dan TCO sudah dibandingkan | ✓ |
| Garansi sudah jelas | ✓ |
| Training tersedia | ✓ |
| Layanan purna jual tersedia | ✓ |
| Rencana pengembangan layanan dipertimbangkan | ✓ |
Keputusan pengadaan mesin USG sebaiknya dimulai dari kebutuhan pelayanan rumah sakit, bukan dari daftar harga atau spesifikasi tertinggi.
Tentukan departemen pengguna, volume pasien, jenis pemeriksaan, kebutuhan transducer, mobilitas, konektivitas sistem, serta kemampuan perangkat untuk mendukung pelayanan dalam beberapa tahun ke depan.
Selain produknya, evaluasi pula distributor, garansi, training, teknisi, spare part, dan layanan purna jual.
Dengan perencanaan tersebut, rumah sakit dapat memilih mesin USG yang bukan hanya memenuhi kebutuhan pemeriksaan saat ini, tetapi juga memberikan nilai investasi yang lebih baik dalam jangka panjang.
Baca juga: Panduan Pengadaan Alat Kesehatan untuk Rumah Sakit dan Klinik
Konsultasi Pengadaan Mesin USG untuk Rumah Sakit
Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan pemeriksaan dan kapasitas pelayanan yang berbeda. Karena itu, konfigurasi mesin USG idealnya ditentukan setelah kebutuhan klinis dipetakan.
PT First Medical Indonesia menyediakan berbagai pilihan ultrasound Mindray mulai dari sistem untuk pemeriksaan dasar, general imaging hingga Point of Care Ultrasound.
Tim rumah sakit dapat berkonsultasi mengenai kebutuhan aplikasi klinis, jenis transducer, konfigurasi perangkat, instalasi hingga training sebelum menentukan mesin USG yang sesuai dengan kebutuhan fasilitas.
WhatsApp: +628113219688
View this post on Instagram
FAQ Pengadaan Mesin USG
1. Apa yang harus diperhatikan sebelum membeli mesin USG?
Perhatikan kebutuhan klinis, jenis pemeriksaan, transducer, mobilitas alat, fitur, garansi, training, dan layanan purna jual.
2. Apakah rumah sakit harus memilih mesin USG dengan spesifikasi tertinggi?
Tidak. Pilih spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan departemen, volume pasien, dan jenis pemeriksaan agar investasi lebih efisien.
3. Kapan rumah sakit sebaiknya memilih USG portable?
USG portable cocok untuk IGD, ICU, ruang operasi, bedside examination, atau kondisi ketika alat perlu sering dipindahkan.
4. Mengapa demo mesin USG penting sebelum pengadaan?
Demo membantu dokter dan tim rumah sakit menilai kualitas gambar, fitur, ergonomi, serta kemudahan penggunaan secara langsung.
5. Mengapa layanan purna jual penting dalam pengadaan mesin USG?
Karena mesin USG digunakan dalam jangka panjang dan membutuhkan dukungan teknis, maintenance, spare part, serta penanganan jika terjadi kendala.
