Ketika rumah sakit berencana melakukan pengadaan mesin USG, salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah: lebih baik memilih USG portable atau cart based?
Keduanya sama-sama dapat digunakan untuk mendukung pemeriksaan ultrasonografi, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. USG portable menawarkan fleksibilitas dan mobilitas tinggi, sedangkan sistem cart based umumnya dirancang untuk mendukung pemeriksaan dengan intensitas tinggi dan kebutuhan aplikasi yang lebih luas.
Karena itu, menentukan USG portable atau cart based sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga atau ukuran perangkat. Rumah sakit perlu mempertimbangkan lokasi penggunaan, volume pasien, jenis pemeriksaan, kebutuhan dokter, workflow, hingga pengembangan layanan dalam beberapa tahun ke depan.
Apa Itu USG Portable?
USG portable adalah sistem ultrasonografi dengan desain lebih ringkas sehingga relatif mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Beberapa perangkat memiliki bentuk menyerupai laptop, sementara perkembangan teknologi juga menghadirkan sistem ultrasound yang semakin kecil hingga menggunakan transducer wireless.
Keunggulan utama perangkat ini adalah mobilitas.
Rumah sakit dapat menggunakan USG portable Mindray pada berbagai kondisi seperti:
- IGD;
- ICU;
- ruang rawat inap;
- ruang operasi;
- pemeriksaan bedside;
- klinik dengan ruangan terbatas;
- hingga kegiatan pelayanan medis di luar fasilitas utama.
USG portable menjadi relevan ketika dokter harus mendatangi pasien dan pemeriksaan tidak selalu dilakukan dalam satu ruangan khusus.
Apa Itu USG Cart Based?
Berbeda dengan versi portable, USG cart based menggunakan sistem berbentuk console yang ditempatkan pada trolley atau cart khusus.
Perangkat jenis ini biasanya memiliki monitor lebih besar, control panel yang lebih luas, beberapa port transducer, serta konfigurasi yang mendukung berbagai jenis pemeriksaan.
Cart based ultrasound banyak ditempatkan pada departemen yang memiliki ruang pemeriksaan tetap seperti:
- radiologi;
- obstetri dan ginekologi;
- kardiologi;
- vascular;
- hingga pusat diagnostik.
Salah satu contoh sistem ultrasound yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi adalah Mindray Consona N7. Sistem ini dirancang untuk mendukung aplikasi pencitraan umum, kesehatan wanita, hingga kebutuhan cardiovascular.
Perbedaan USG Portable dan Cart Based
Secara sederhana, perbedaan keduanya dapat dilihat melalui tabel berikut.
| Pertimbangan | USG Portable | USG Cart Based |
|---|---|---|
| Mobilitas | Sangat baik | Lebih terbatas |
| Ukuran | Ringkas | Lebih besar |
| Penggunaan bedside | Sangat sesuai | Bisa, tetapi kurang praktis |
| Ruang pemeriksaan tetap | Bisa digunakan | Sangat sesuai |
| Volume pemeriksaan tinggi | Tergantung model | Umumnya lebih sesuai |
| Monitor | Relatif lebih kecil | Umumnya lebih besar |
| Ergonomi pemeriksaan panjang | Tergantung konfigurasi | Lebih optimal |
| Pilihan aplikasi | Tergantung model | Umumnya lebih luas |
| Kebutuhan ruang | Lebih sedikit | Membutuhkan ruang lebih besar |
| Fleksibilitas perpindahan | Tinggi | Lebih rendah |
Namun, tabel tersebut bukan berarti satu jenis selalu lebih baik dibandingkan jenis lainnya.
Pemilihan tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah sakit.
1. Pertimbangkan Lokasi Penggunaan USG
Pertanyaan pertama yang perlu dijawab tim procurement adalah: di mana alat akan paling sering digunakan?
Jika pemeriksaan dilakukan di ruang radiologi atau poli tertentu dan alat jarang dipindahkan, sistem cart based dapat menjadi pilihan yang masuk akal.
Namun, jika alat perlu digunakan bergantian antara ICU, IGD, ruang rawat inap, maupun ruang operasi, portable ultrasound menawarkan fleksibilitas lebih baik.
Contohnya dalam pemeriksaan pasien kritis, dokter terkadang tidak memungkinkan membawa pasien menuju ruang ultrasound.
Pada kondisi tersebut, alat yang dapat dibawa menuju bedside pasien menjadi lebih praktis.
2. Perhatikan Volume Pemeriksaan
Rumah sakit juga perlu menghitung jumlah pemeriksaan yang dilakukan setiap hari.
Departemen radiologi dengan antrean pemeriksaan tinggi membutuhkan perangkat yang nyaman digunakan dalam waktu lama dan dapat mendukung workflow pemeriksaan secara efisien.
Sistem cart based biasanya menawarkan:
- layar yang lebih besar;
- control panel lebih luas;
- posisi kerja yang lebih ergonomis;
- konektivitas transducer yang lebih banyak;
- serta fitur workflow untuk pemeriksaan rutin.
Sementara itu, USG portable lebih cocok ketika prioritas utama adalah fleksibilitas penggunaan.
Namun, perkembangan teknologi membuat performa perangkat portable semakin meningkat sehingga beberapa model juga mampu digunakan untuk kebutuhan pemeriksaan yang cukup kompleks.
3. Tentukan Jenis Pemeriksaan yang Dibutuhkan
Tidak semua departemen membutuhkan spesifikasi ultrasound yang sama.
Radiologi dapat membutuhkan general imaging yang luas, sedangkan bagian obstetri dan ginekologi memiliki kebutuhan berbeda dengan kardiologi atau critical care.
Sebelum menentukan USG portable atau cart based, tim rumah sakit dapat membuat daftar:
- Jenis pemeriksaan yang paling sering dilakukan.
- Departemen yang menggunakan alat.
- Jenis transducer yang dibutuhkan.
- Mode imaging yang diperlukan.
- Jumlah dokter yang menggunakan perangkat.
- Potensi pengembangan layanan.
Misalnya, Mindray DP-10 merupakan sistem USG portable yang dapat dipertimbangkan ketika fasilitas membutuhkan perangkat ringkas untuk pemeriksaan ultrasound dasar.
Dengan menentukan aplikasi klinis terlebih dahulu, tim procurement dapat menghindari pengadaan perangkat dengan fitur yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
4. Pertimbangkan Kebutuhan Bedside dan POCUS
Point of Care Ultrasound atau POCUS semakin penting dalam lingkungan yang membutuhkan keputusan klinis dengan cepat.
Konsepnya adalah membawa ultrasound mendekati lokasi pasien.
Karena itu, mobilitas menjadi faktor utama.
Lingkungan seperti:
- emergency room;
- ICU;
- critical care;
- anestesi;
- dan pelayanan emergency
dapat memperoleh manfaat dari perangkat yang mudah dibawa.
First Medical juga menyediakan TE Air Point of Care Ultrasound Mindray yang menggunakan teknologi transducer wireless dan dapat digunakan bersama perangkat mobile maupun sistem ultrasound yang kompatibel.
Perangkat seperti ini menunjukkan bahwa konsep portable ultrasound saat ini tidak lagi terbatas pada mesin berbentuk laptop.
5. Jangan Menilai Berdasarkan Ukuran Saja
Anggapan bahwa mesin yang lebih besar selalu menghasilkan performa lebih tinggi sudah tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan.
Teknologi ultrasound berkembang cukup cepat.
USG portable modern dapat menawarkan berbagai kemampuan imaging yang sebelumnya lebih identik dengan sistem berukuran besar.
Karena itu, bagian procurement perlu membandingkan spesifikasi aktual seperti:
- kualitas image processing;
- mode Doppler;
- transducer;
- kemampuan penyimpanan;
- konektivitas;
- fitur otomatisasi;
- baterai;
- ukuran monitor;
- serta aplikasi klinis.
Dengan demikian, keputusan tidak hanya didasarkan pada kategori “portable” atau “cart based”.
6. Hitung Efisiensi Workflow Rumah Sakit
Mobilitas perangkat juga berhubungan dengan efisiensi operasional.
Sebagai contoh, rumah sakit hanya memiliki satu perangkat ultrasound yang harus digunakan oleh beberapa unit.
Jika menggunakan alat yang sulit dipindahkan, perpindahan pasien mungkin menjadi lebih sering dilakukan.
Portable ultrasound memberikan alternatif dengan membawa perangkat menuju lokasi pasien.
Sebaliknya, apabila rumah sakit memiliki departemen radiologi dengan pemeriksaan ultrasound terpusat, cart based dapat memberikan workflow yang lebih nyaman bagi operator.
Artinya, tidak ada satu konfigurasi yang ideal untuk seluruh fasilitas kesehatan.
Yang perlu dicari adalah konfigurasi yang paling efisien untuk pola kerja rumah sakit tersebut.
7. Bandingkan Total Cost of Ownership
Harga pembelian bukan satu-satunya biaya dalam pengadaan mesin USG.
Rumah sakit juga perlu melihat Total Cost of Ownership (TCO) selama masa pemakaian alat.
Beberapa komponen yang perlu dihitung antara lain:
- harga awal perangkat;
- jumlah dan jenis transducer;
- trolley atau aksesori tambahan;
- maintenance;
- consumable jika ada;
- garansi;
- biaya service;
- training;
- kemungkinan upgrade;
- dan potensi downtime.
USG portable mungkin memiliki investasi awal yang menarik pada konfigurasi tertentu, tetapi kebutuhan setiap fasilitas berbeda.
Sebaliknya, cart based dengan investasi lebih tinggi dapat menjadi ekonomis apabila digunakan secara intensif setiap hari.
Karena itu, pembandingan sebaiknya dilakukan berdasarkan biaya penggunaan jangka panjang.
8. Pertimbangkan Ergonomi Tenaga Medis
Faktor ini terkadang terlewat dalam proses pengadaan.
Dokter atau sonographer dapat melakukan pemeriksaan berkali-kali dalam satu hari. Posisi monitor, control panel, keyboard, hingga kemudahan mengatur tinggi perangkat dapat memengaruhi kenyamanan pengguna.
Untuk pemeriksaan dengan volume tinggi dan durasi panjang, ergonomi sistem cart based dapat menjadi keuntungan.
Sementara itu, untuk bedside examination yang lebih singkat, fleksibilitas portable ultrasound dapat lebih penting dibandingkan ukuran control panel.
Karena itu, sebaiknya libatkan pengguna akhir dalam proses evaluasi alat.
Jangan sampai keputusan procurement hanya dilakukan berdasarkan spesifikasi di atas kertas.
Kapan Rumah Sakit Sebaiknya Memilih USG Portable?
USG portable dapat dipertimbangkan apabila:
- alat perlu sering dipindahkan;
- banyak pemeriksaan dilakukan bedside;
- digunakan di ICU atau IGD;
- ruang pemeriksaan terbatas;
- dibutuhkan sebagai perangkat tambahan;
- digunakan untuk kegiatan mobile;
- atau rumah sakit membutuhkan fleksibilitas tinggi.
Rumah sakit dapat melihat berbagai pilihan USG portable Mindray untuk membandingkan konfigurasi yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Kapan Rumah Sakit Sebaiknya Memilih Cart Based?
Sistem cart based lebih layak dipertimbangkan apabila:
- sebagian besar pemeriksaan dilakukan dalam ruangan tetap;
- jumlah pemeriksaan harian cukup tinggi;
- membutuhkan monitor dan control panel lebih besar;
- banyak jenis aplikasi klinis digunakan;
- membutuhkan beberapa jenis transducer;
- atau rumah sakit sedang mengembangkan pusat diagnostik khusus.
Dalam situasi tersebut, perangkat cart based dapat menjadi workstation utama untuk pemeriksaan ultrasound.
Apakah Rumah Sakit Perlu Memiliki Keduanya?
Untuk rumah sakit dengan kebutuhan pemeriksaan yang kompleks, jawabannya bisa ya.
Alih alih melihat portable dan cart based sebagai dua perangkat yang saling menggantikan, keduanya dapat digunakan untuk fungsi berbeda.
Sebagai contoh:
- Cart based ultrasound: ditempatkan sebagai perangkat utama di radiologi atau poli spesialis.
- Portable ultrasound: digunakan untuk ICU, IGD, ruang operasi, bedside, atau sebagai perangkat pendukung ketika mesin utama sedang digunakan.
Dengan seperti ini memungkinkan distribusi perangkat mengikuti kebutuhan pasien dan workflow rumah sakit.
Checklist Sebelum Memilih USG Portable atau Cart Based
Sebelum menentukan pilihan, tim procurement dapat menggunakan checklist berikut:
| Pertanyaan | Evaluasi |
| Di departemen mana USG digunakan? | Tentukan |
| Apakah alat sering berpindah? | Ya/Tidak |
| Berapa pemeriksaan per hari? | Hitung |
| Apa jenis pemeriksaannya? | Tentukan |
| Berapa transducer yang dibutuhkan? | Tentukan |
| Apakah diperlukan bedside ultrasound? | Ya/Tidak |
| Apakah membutuhkan POCUS? | Ya/Tidak |
| Bagaimana kebutuhan konektivitas data? | Evaluasi |
| Bagaimana layanan purna jualnya? | Evaluasi |
| Berapa Total Cost of Ownership? | Bandingkan |
Checklist ini dapat membantu rumah sakit membandingkan kebutuhan secara lebih objektif sebelum menentukan produk.
Jadi, USG Portable atau Cart Based?
Tidak ada jawaban yang sama untuk setiap rumah sakit.
USG portable lebih tepat ketika mobilitas, bedside examination, dan fleksibilitas menjadi prioritas. Sementara cart based lebih cocok ketika rumah sakit membutuhkan workstation ultrasound untuk volume pemeriksaan tinggi, ruangan tetap, dan aplikasi klinis yang lebih luas.
Untuk rumah sakit besar, kombinasi keduanya justru dapat memberikan workflow yang lebih fleksibel.
Hal terpenting adalah tidak menentukan perangkat hanya berdasarkan harga atau spesifikasi tertinggi. Mulailah dengan melihat pola pelayanan rumah sakit, kebutuhan dokter, volume pasien, departemen pengguna, serta rencana pengembangan fasilitas.
Dengan cara tersebut, pengadaan mesin USG dapat menjadi investasi yang lebih tepat guna dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
First Medical Indonesia menyediakan berbagai pilihan ultrasound Mindray, mulai dari portable ultrasound, Point of Care Ultrasound hingga sistem ultrasound untuk kebutuhan pemeriksaan yang lebih komprehensif.
Tim rumah sakit dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai aplikasi klinis, kebutuhan transducer, kapasitas pemeriksaan, serta konfigurasi perangkat sebelum menentukan mesin USG yang paling sesuai.
WhatsApp: +628113219688
FAQ USG Portable dan Cart Based
1. Apa perbedaan utama USG portable dan cart based?
USG portable lebih ringkas dan mudah dipindahkan, sedangkan cart based lebih cocok untuk ruang pemeriksaan tetap dengan kebutuhan pemeriksaan yang lebih intensif.
2. Apakah USG portable cocok untuk rumah sakit?
Ya. USG portable cocok untuk ICU, IGD, ruang rawat inap, ruang operasi, dan pemeriksaan bedside karena mobilitasnya tinggi.
3. Kapan rumah sakit sebaiknya memilih USG cart based?
Cart based lebih sesuai jika pemeriksaan dilakukan dalam ruangan tetap, volume pasien tinggi, dan membutuhkan fitur serta aplikasi klinis yang lebih luas.
4. Apakah rumah sakit perlu memiliki USG portable dan cart based sekaligus?
Bisa. Cart based dapat digunakan sebagai perangkat utama, sementara USG portable mendukung pemeriksaan bedside atau kebutuhan antarunit.
5. Apa yang perlu diperhatikan sebelum membeli mesin USG?
Perhatikan jenis pemeriksaan, volume pasien, kebutuhan mobilitas, jenis transducer, fitur klinis, garansi, layanan purna jual, dan total biaya kepemilikan.
