Elastografi USG adalah teknik pencitraan yang digunakan untuk menilai kekakuan atau elastisitas jaringan tubuh menggunakan gelombang ultrasound. Pemeriksaan ini memberikan informasi tambahan yang tidak selalu dapat diperoleh melalui USG konvensional, terutama ketika dokter perlu mengevaluasi perubahan karakteristik jaringan.
Salah satu penggunaan elastografi yang paling dikenal adalah untuk membantu menilai fibrosis hati, yaitu pembentukan jaringan parut akibat kerusakan hati yang berlangsung dalam waktu tertentu. Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan pada pemeriksaan payudara, tiroid, dan beberapa jaringan lainnya sesuai indikasi klinis.
Namun, elastografi bukan pemeriksaan yang dapat berdiri sendiri untuk menentukan seluruh jenis penyakit. Hasilnya perlu dipahami bersama pemeriksaan USG biasa, kondisi pasien, serta informasi klinis lainnya. Lalu, bagaimana cara kerja elastografi USG dan apa saja kegunaannya?
Apa Itu Elastografi USG?
Elastografi USG merupakan metode yang memanfaatkan gelombang ultrasound untuk memperoleh informasi mengenai sifat mekanis jaringan, terutama kekakuannya. Jaringan yang mengalami perubahan akibat proses penyakit dapat memiliki karakteristik elastisitas yang berbeda dibandingkan jaringan sehat.
Pada USG konvensional, dokter terutama menilai bentuk, ukuran, struktur, dan karakteristik pantulan gelombang suara. Elastografi menambahkan informasi mengenai respons jaringan terhadap tekanan atau gelombang geser.
Sebagai gambaran, jaringan yang lunak cenderung lebih mudah berubah bentuk ketika mendapat tekanan dibandingkan jaringan yang lebih keras. Perbedaan tersebut dapat dianalisis menggunakan teknik elastografi tertentu.
Meski demikian, jaringan yang lebih kaku tidak otomatis berarti terdapat kanker atau penyakit berat. Kekakuan dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, sehingga hasilnya harus diinterpretasikan sesuai organ dan tujuan pemeriksaan.
Bagaimana Cara Kerja Elastografi USG?
Prinsip kerja elastografi bergantung pada metode yang digunakan. Secara umum, teknologi ini menilai bagaimana jaringan berubah bentuk atau bagaimana gelombang mekanis merambat melalui jaringan.
Informasi tersebut kemudian diproses menjadi gambaran atau nilai pengukuran yang membantu tenaga medis mengevaluasi kekakuan jaringan. Pada beberapa sistem, hasil dapat ditampilkan sebagai peta warna yang melengkapi gambar USG konvensional.
Sebagian metode juga menghasilkan nilai kuantitatif, misalnya dalam satuan kilopascal (kPa) atau meter per detik (m/s). Namun, angka dari satu metode atau perangkat tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung dengan metode lainnya.
Karena itu, pemeriksaan perlu dilakukan menggunakan teknik yang sesuai dan hasilnya diinterpretasikan berdasarkan pedoman, jenis alat, serta kondisi klinis pasien.
Jenis-Jenis Elastografi USG
Terdapat beberapa teknik elastografi yang digunakan dalam pencitraan medis. Masing-masing memiliki prinsip dan karakteristik pengukuran yang berbeda.
1. Strain Elastography
Strain elastography menilai perubahan bentuk jaringan ketika mendapat tekanan atau gaya tertentu. Tekanan dapat berasal dari gerakan probe, gerakan fisiologis tubuh, atau metode lain sesuai teknologi yang digunakan.
Hasilnya sering ditampilkan sebagai peta warna yang menunjukkan perbedaan relatif kekakuan antara jaringan yang diperiksa dan jaringan di sekitarnya.
Teknik ini dapat digunakan sebagai informasi tambahan pada pemeriksaan jaringan tertentu, misalnya payudara atau tiroid. Namun, interpretasinya tetap perlu mempertimbangkan kualitas pemeriksaan dan karakteristik lesi.
2. Shear Wave Elastography
Shear wave elastography atau SWE menggunakan gelombang geser untuk menilai kekakuan jaringan. Sistem mengukur kecepatan rambat gelombang tersebut, kemudian mengolahnya menjadi informasi yang dapat digunakan untuk evaluasi.
Secara umum, gelombang geser merambat lebih cepat pada jaringan yang lebih kaku. Beberapa sistem dapat menampilkan hasil dalam bentuk peta warna sekaligus nilai kuantitatif.
SWE banyak digunakan dalam evaluasi fibrosis hati dan juga memiliki aplikasi pada organ atau jaringan lain sesuai kemampuan perangkat. Teknik ini mencakup beberapa pendekatan, seperti point shear wave elastography dan 2D shear wave elastography.
3. Transient Elastography
Transient elastography merupakan teknik yang menggunakan getaran mekanis untuk menghasilkan gelombang geser dan mengukur kekakuan jaringan. Metode ini dikenal luas dalam pemeriksaan hati, termasuk melalui perangkat khusus seperti FibroScan.
Meskipun sama-sama termasuk elastografi, transient elastography tidak identik dengan seluruh fitur SWE yang tersedia pada mesin USG diagnostik. Perbedaan teknologi, metode pengukuran, dan perangkat perlu diperhatikan ketika membandingkan hasil.
Fungsi dan Kegunaan Elastografi USG
Elastografi USG digunakan untuk memberikan informasi tambahan mengenai kekakuan jaringan. Teknologi ini dapat membantu dokter mengevaluasi perubahan pada organ tertentu, terutama ketika pemeriksaan USG konvensional belum memberikan informasi yang cukup mengenai karakteristik jaringan.
1. Membantu Menilai Fibrosis Hati
Salah satu kegunaan utama elastografi adalah membantu menilai fibrosis hati, yaitu pembentukan jaringan parut akibat kerusakan hati kronis. Nilai kekakuan dapat membantu dokter memperkirakan tingkat fibrosis dan memantau kondisi pasien. Namun, hasil yang tinggi tidak otomatis berarti sirosis. Peradangan, kongesti, dan faktor lain dapat memengaruhi pengukuran, sehingga hasilnya perlu dinilai bersama pemeriksaan klinis dan laboratorium.
2. Memberikan Informasi Tambahan pada Pemeriksaan Payudara
Pada pemeriksaan payudara, elastografi dapat membantu menilai kekakuan lesi sebagai pelengkap USG konvensional. Informasi ini digunakan bersama bentuk, batas, dan karakteristik pencitraan lainnya untuk membantu evaluasi dokter. Meski demikian, tingkat kekakuan saja tidak dapat memastikan apakah suatu benjolan jinak atau ganas. Pemeriksaan lanjutan tetap dapat diperlukan sesuai indikasi.
3. Mendukung Evaluasi Tiroid dan Jaringan Lain
Elastografi juga dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan pada nodul tiroid, jaringan lunak, dan beberapa aplikasi muskuloskeletal. Kegunaannya bergantung pada teknologi, protokol, serta kebutuhan klinis.
Untuk memahami karakteristik transduser yang digunakan dalam berbagai pemeriksaan, Anda dapat membaca artikel jenis probe USG dan fungsinya.
Apa Kelebihan Elastografi Dibandingkan USG Biasa?
Elastografi memberikan informasi tambahan mengenai kekakuan jaringan, sedangkan USG konvensional terutama menampilkan karakteristik anatomi dan struktur. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Pada evaluasi penyakit hati tertentu, elastografi dapat membantu mengurangi kebutuhan biopsi apabila hasil pemeriksaan dan kondisi klinis sudah memberikan informasi yang memadai. Namun, biopsi tetap dapat diperlukan ketika diagnosis belum jelas atau dokter membutuhkan pemeriksaan jaringan secara langsung.
Elastografi ultrasound juga tidak menggunakan radiasi pengion. Pemeriksaannya umumnya dilakukan secara noninvasif, meskipun kenyamanan dan prosedur dapat berbeda sesuai organ yang diperiksa.
Penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat, prosedur, dan keterbatasannya dapat dibaca melalui panduan Elastography dari RadiologyInfo, RSNA dan ACR.
Bagaimana Persiapan Pemeriksaan Elastografi?
Persiapan bergantung pada organ dan metode pemeriksaan. Untuk elastografi hati, pasien dapat diminta berpuasa selama beberapa waktu sesuai instruksi fasilitas kesehatan karena asupan makanan dapat memengaruhi kondisi pengukuran.
Pasien sebaiknya mengikuti petunjuk dokter mengenai makanan, minuman, dan obat rutin. Jangan menghentikan obat atau menentukan sendiri durasi puasa, terutama apabila memiliki diabetes atau kondisi medis lain yang memerlukan pengaturan khusus.
Selama pemeriksaan, pasien biasanya diminta berbaring dan petugas akan menempatkan probe pada area yang akan diperiksa. Pada elastografi hati, pasien mungkin diminta menahan napas beberapa saat agar pengukuran dapat dilakukan dengan lebih stabil.
Memilih Mesin USG dengan Fitur Elastografi
Bagi klinik dan rumah sakit, kebutuhan elastografi perlu dipertimbangkan sejak tahap pengadaan alat. Tidak semua mesin USG memiliki fitur elastografi, dan jenis teknologi yang tersedia dapat berbeda pada setiap model maupun konfigurasi.
Fasilitas kesehatan sebaiknya memastikan jenis elastografi yang didukung, aplikasi klinisnya, kompatibilitas probe, kemampuan pengukuran, serta ketersediaan fitur dalam paket pembelian.
First Medical menyediakan berbagai pilihan ultrasound Mindray, termasuk Mindray Consona N7 untuk kebutuhan pencitraan umum dan berbagai aplikasi klinis. Namun, ketersediaan fitur elastografi pada model atau paket tertentu perlu dikonfirmasi melalui spesifikasi resmi dan konfigurasi yang ditawarkan.
Konsultasikan Kebutuhan USG bersama First Medical
Elastografi USG dapat memberikan informasi tambahan mengenai kekakuan jaringan dan membantu evaluasi berbagai kondisi medis, terutama fibrosis hati. Pemanfaatannya tetap perlu disesuaikan dengan indikasi klinis, kemampuan perangkat, serta kompetensi tenaga medis.
Bagi fasilitas kesehatan yang sedang mempertimbangkan pengadaan ultrasound dengan fitur pencitraan lanjutan, First Medical Indonesia menyediakan berbagai pilihan perangkat Mindray. Kunjungi katalog produk First Medical atau hubungi tim First Medical untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan alat, pilihan probe, dan ketersediaan konfigurasi elastografi.
FAQ Seputar Elastografi USG
1. Apa itu elastografi USG?
Elastografi USG adalah teknik pencitraan yang menggunakan ultrasound untuk menilai kekakuan atau elastisitas jaringan. Pemeriksaan ini memberikan informasi tambahan yang dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi organ tertentu.
2. Apakah elastografi sama dengan USG biasa?
Tidak sepenuhnya. USG biasa terutama menampilkan struktur anatomi, sedangkan elastografi menambahkan informasi mengenai kekakuan jaringan. Keduanya dapat digunakan secara bersamaan untuk melengkapi evaluasi.
3. Apakah elastografi dapat mendeteksi sirosis hati?
Elastografi dapat membantu memperkirakan kemungkinan fibrosis lanjut atau sirosis berdasarkan kekakuan hati. Namun, hasilnya tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar diagnosis karena terdapat faktor lain yang dapat memengaruhi nilai pengukuran.
4. Apakah pemeriksaan elastografi harus puasa?
Untuk elastografi hati, pasien sering diminta berpuasa sesuai protokol fasilitas kesehatan. Persiapan dapat berbeda berdasarkan metode dan organ yang diperiksa, sehingga pasien perlu mengikuti instruksi dokter.
5. Apakah semua mesin USG memiliki fitur elastografi?
Tidak. Fitur elastografi bergantung pada model, teknologi, perangkat lunak, probe, dan konfigurasi mesin. Sebelum membeli, pastikan jenis elastografi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan fasilitas kesehatan.


